|
| GAJI Wanita GEMUK Lebih Rendah 30% |
| Monday, October 09, 2006 |
Menjadi gemuk bisa mengurangi pendapatan, terutama bagi wanita berpendidikan tinggi. Demikian temuan para peneliti dari University of Helsinki, Finlandia yang dimuat dalam American Journal of Public Health. Hasil penelitian ini tak berubah sejak penelitian yang sama dilakukan di Inggris sepuluh tahun lalu. Mereka mengatakan berat badan memberikan beban bagi wanita, bukan kepada pria. Wanita gemuk yang berpendidikan tinggi menerima pendapatan 30 persen lebih rendah -setidaknya ada perbedaan 5.000 dolar AS per tahun -dibandingkan dengan wanita berbadan berat normal atau wanita bertubuh sintal, hmm...
Tetapi, kegemukan hanya sedikit pengaruhnya --bahkan nyaris tak ada pengaruhnya sama sekali-- terhadap pendapatan wanita berpendidikan rendah, pekerja kasar atau wiraswasta. "Hasil penelitian juga menunjukkan, secara sosial ekonomi, kegemukan sama sekali tak berpengaruh buruk kepada pria, seperti yang dialami para wanita," kata para peneliti dalam jurnal tersebut. Mereka tidak dapat menjelaskan mengapa kegemukan punya pengaruh begitu besar kepada wanita? Kecuali menyimpulkan tekanan kepada wanita untuk memiliki tubuh langsing lebih kuat terjadi pada kelompok sosial ekonomi menengah ke atas. Dalam penelitian ini, para peneliti membandingkan pendapatan dan jabatan 2.314 pria dan 2.068 wanita. Mereka umumnya sudah bekerja sejak tahun 1993, tanpa pernah mengambil cuti karena sakit. Hal ini menyingkirkan dugaan bahwa kegemukan --yang mengakibatkan sejumlah penyakit-- menjadi penyebab wanita gemuk menerima pendapatan lebih rendah. Belum jelas benar apakah ada faktor diskriminasi oleh orang yang mempekerjakan mereka, self esteem yang rendah, atau memang kemampuan fisik mereka sampai mereka tak mampu menyelesaikan pekerjaan mereka, atau kombinasi dari ketiga hal itu. Namun, sejumlah penelitian membuktikan penampilan menjadi satu faktor penting dalam mencari pekerjaan.
Menurut Prof David Blanchflower dari Darmouth College di New Hampshire, Inggris, implikasi dari penelitian semacam ini, para orangtua harus mengajar anak-anak mereka cara makan yang benar jangan sampai kegemukan. Blanchflower pernah mengadakan riset yang sama bersama John Sargent, seorang guru besar ilmu kedokteran anak dari AS. "Penting untuk tak membuat gadis remaja terlalu gemuk dalam masa perkembangannya," kata Blanchflower. Penelitian di Inggris menunjukkan gadis-gadis Inggris yang memiliki berat 10 persen lebih dibandingkan dengan rekan-rekannya ternyata menerima gaji 7,4 persen lebih rendah. Gadis dalam kelompok ini berberat 70 kilogram dengan tinggi 150 sentimeter. Mereka yang di atas itu bergaji 11,4 persen lebih rendah lagi. Walaupun kemudian mereka menurunkan berat badan, keadaan toh tak berubah. Wanita gemuk berusia 23 tahun masih juga menerima gaji yang lebih rendah dan ketika sudah langsing, mereka tetap tak bisa mengejar rekan-rekan yang sudah mendapat posisi tinggi. Blanchflower juga tidak bisa menjelaskan dengan pasti mengapa gadis gemuk harus bergaji lebih rendah.
Sumber : Kompas, Maret 2004 |
posted by Lita @ 7:07 AM  |
|
|
|
|
| Thursday, October 05, 2006 |
Hidup Tanpa Ngemil? Bisa Saja...!
Pada jaman dahulu kala, manusia sudah mengkonsumsi makanan manis seperti berry dan buah-buahan manis lainnya. Mereka telah mengerti bahwa makanan seperti ini bisa membantu membangkitkan energi dan semangat hidup, sehingga lahirlah mekanisma pertahanan hidup yang baru yaitu rasa manis itu sendiri. Kni, manusia telah menemukan berbagai cara untuk mengambil inti dan melakukan proses sintesa pada gula yang akhirnya menambah ukuran pinggang kita..!!
Keinginan yang tertanam sejak dini Ingin tahu mengapa anda hampir tidak bisa menolak saat ditawari makanan manis?.. Ternyata, jauh sebelum kita dilahirkan ke dunia ternyata rasa ini sudah familiar. Ketika masih berada dalam kandungan, 'gigi manis' yang berkembang pada janin yang berada dalam kandungan menyerap gula lewat plasenta ibu. Setelah dilahirkan bayi terus menerima gula melalui ASI atau susu kaleng (laktosa). Kemudian pada bulan2 berikutnya, konsumsi gula akan semakin meningkat. Apalagi bila sudah mulai mengkonsumsi makanan yang dijual di pasaran. Sebetulnya bayi menolak makanan yang rasanya tidak manis karena di lidah rasanya asing. Setelah menginjak balita, bentuk 'suap' atau 'hadiah' manis, seperti kue, permen, biskuit atau coklat semakin sering diberikan. Nah, akhirnya ketika berusia 5 tahun 'gigi manis' telah mengambil alih akar gigi sehingga tidak ada jalan untuk kembali lagi!
Memang baik, tapi... Karena beberapa alasan di atas, mengkonsumsi gula memang baik untuk tubuh tapi baik menurut sudut pandang yang mana? Rasanya lezat? Memang benar. Tapi baikkah untuk Anda?..Belum tentu! Makanan manis sebaiknya dikonsumsi secukupnya. Dalam porsi sedikit tentu akan meningkatkan energi, mencukupi gizi, hingga mampu menyenangkan hati! Tapi mengkonsumsi gula rafinasi secara berlebihan yang terdapat pada kue, biskuit, coklat dan manisan, ditambah kandungan gula yang juga berlebihan pada asupan karbohidrat pasti menyebabkan berat badan bertambah, meningkatkan kadar gula dalam darah, belum lagi resiko gangguan kesehatan lainnya. Ngemil juga ada strateginya. Kunci sukses menghindari mengemil makanan manis adalah pengendalian diri, pengaturan menu makanan yang benar, dan berpikir jauh ke depan. Jadi, apa yang bisa Anda lakukan...?? Berhentilah merasa bersalah atau panik setiap kali timbul keninginan mengemil makanan manis. Ingat saja, keinginan ini sudah ada sebelum Anda diberikan kesempatan untuk memilih. Akui saja Anda memang menyukainya, tapi sayangnya makanan ini tidak terlalu mencintai Anda! Jadi, atur kembali kebiasaan makan sehingga cemilan yang tidak sehat dan banyak mengandung gula diganti dengan makanan yang lebih bergizi tanpa bahan pengawet, tapi manisnya tetap membuat sensasi!
GANTI SAJA GULA Anda.. Turunkan berat badan dan tingkatkan kesehatan Anda dengan memilih berbagai makanan pengganti gula. PENGGANTI GULA KAYA NUTRISI : * Sarapan pagi - segelas jus jeruk segar didampingin potongan buah apel atau strawberry, roti panggang, madu organik dan tentu saja Nutrisi shake * Menjelang tengah hari - pisang, anggur, kue gandum disajikan dengan siraman madu organik (bukan gula halus) * Makan siang : sepotong melon, raspberry, strawberry - buah2an dimakan 1/2 jam sebelum makan siang BUKAN setelahnya- * Menjelang sore - Yoghurt rasa buah alami * Malam hari - mangga, pepaya,nanas, buah-buahan yang dikeringkan (2-3butir) .
Pengganti gula yang lezat lainnya adalah toge, biji bunga matahari, wortel bayi, tomat ceri, segenggam kacang almond atau kacang mede tanpa garam. Tapi, jika Anda tidak bisa menahan ingin melahap yang manis-manis saja maka coklat lapis sereal atau gula-gula yang didihkan bisa jadi pilihan.
PENGGANTI GULA YANG 'TERSEMBUNYI' * Glukosa : madu, anggur, beberapa buah2an yang cepat dicerna * Fruktosa : madu, buah2an (3kali lebih manis dari glukosa). Dicerna lebih lambat. NOTE: beberapa buah2an seperti pisang, anggur dan korma mengandung Glukosa dan Fruktosa. * Sukrosa (kombinasi dari Glukosa dan Fruktosa): beberapa buah2an dan sayuran seperti wortel, gula tebu, gula maple dan bit. Rasanya 2kali lebih manis dari Glukosa. Sukrosa pada gula putih, coklat atau sirup melalui proses pemurnian yang sangat tinggi sehingga sama sekali tidak ada nutrisi. * Maltosa : gula malt dan biji gandum* Laktosa : susu terutama ASI
PEMANIS BUATAN Saccharin : 400 kali lebih kuat dari sukrosa. Aspartame 200 kali lebih kuat dari Sukrosa. Keduanya tidak dikategorikan sebagai makanan. Sorbitol terbuat dari Glukosa. Mannnitol dari Fruktosa secara luas digunakan pada makanan diabetes karena melepaskan gula dengan perlahan. Untuk anda yang sedang diet disarankan banyaknya kandungan gula pada diet Anda tidak melebihi 10% dari total kalori. Jika Anda mengkonsumsi gula lebih banyak berarti akan disimpan sebagai lemak. Saran : Banyaknya kandungan gula pada diet Anda tidak melebihi 10% dari total kalori.Jika Anda mengkonsumsi gula lebih banyak berarti akan disimpan sebagai lemak!
(Sumber : Today magazine edisi Indonesia 4/2004)
|
posted by Lita @ 12:23 AM  |
|
|
|
|
|